Masyarakat Pekon Banjarejo Suarakan Kekecewaannya Atas di Tutup Secara Permanen Jalur Masuk Bendungan Way Sekampung

  • Whatsapp

INFOINDONESIANEWS.PRESS | RABU, 16 FEBRUARI 2022.

KAB. PRINGSEWU | Pringsewu Jurnalis Investigasi News
Puluhan masyarakat pekon Banjarejo menyampaikan kekecewaan hati mereka atas ditutupnya secara permanen akses jalan menuju masuknya kebendungan Way Sekampung selasa 15/02/2022

Bacaan Lainnya

Pasalnya Melalui pesan singkat watsapp, salah satu masyarakat pekon Banjarejo menghubungi awak media, meminta kepada tim media yang tergabung dilembaga FWPI untuk mengawal kegiatan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi kekecewaan mereka, tepat digerbang akses penutupan jalur keluar masuk bendungan Way Sekampung

Tim media yang tergabung dilembaga FWPI langsung meluncur kelokasi dengan diketuai ketua DPD FWPI kabupaten Pringsewu Yudi Antoni dan didampingi ketua DPW FWPI Lampung Sahrullah M.A dan benar saja sesampai dilokasi, terlihat kendaraan numpuk dilokasi tepat digerbang yang telah ditutup permanen dengan cara di las memakai besi yang berukuran besar

Sesampainya tim kelokasi, masyarakat langsung menyampaikan aspirasinya dengan menuturkan semua keluhannya kepada awak media yang tergabung dilembaga FWPI untuk disampaikan harapan mereka masyarakat pekon Banjarejo, kepada dinas Pekerjaan umum sebagai pengelola bendungan Way sekampung dan kepada pemerintah daerah kabupaten Pringsewu

Agus selaku ketua rombongan masyarakat pekon Banjarejo menuturkan, dengan ditutupnya bendungan Way sekampung secara permanen, sangat merugikan masyarakat pekon Banjarejo sebagai pekon penyanggah bendungan Way Sekampung

bagai mana tidak kembali agus menjelaskan jalur bendungan adalah jalur alternatip tercepat masyarakat pekon Banjarejo menuju akses kesehatan yaitu RSUD kabupaten Pringsewu,

“selain itu juga dengan ditutupnya jalur bendungan sangat mengganggu perekonomian kami” sebagai masyarakat pekon Banjarejo”, beberapa pedagang hasil bumi masyarakat pekon kami Banjarejo”, yang ingin membawa dagangannya menuju pagelaran” harus memutarkan kendaraannya menuju Pringsewu terlebih dahulu”, pedagangpun harus mengocek pengeluarannya lebih banyak lagi untuk biaya oprasional” tuturnya

“kami masyarakat pekon Banjarejo kecamatan Banyumas kabupaten Pringsewu menuntut kepada pengelola bendungan Way Sekampung untuk segera dibuka jalur masuk bendungan sebagai jalur transpotasi kami secepatnya” kembali Agus menuturkan

hal senada juga yang disampaikan oleh Darno sebagai ketua rombongan masyarakat pekon Pemenang yang ingin pulang dari mengambil ramban atau aritan untuk pakan ternak mereka, yang kebetulan lewat ingin melintas diakses jalur bendungan “kenapa harus ditutup, untuk apa bendungan dibangun kalau kami yang punya wilayah pertanian diseputaran bendungan ini, akan bertambah sulit menuju jalur usaha pertanian kami” tuturnya dengan raut kecewa

dan kembali secara kebetulan rombongan dengan jumlah 10 kendaraan roda dua kompoi, ingin melintas dijalur yang sama, rombongan tersebut dari Lingga Pura menghadiri kerabatnya yang sedang melaksanakan pesta pernikahan, dan akan berniat pulang menuju pekon Pagelaran, kembali hal senada yang disampaikan oleh ketua rombongan Nurul Ikhwan, rasa kekecewaan mereka dengan penutupan akses masuk jalur bendungan,

secara lantang dan tegas ketua rombongan menuturkan kekecewaannya, bahkan melibatkan nama orang nomor satu di Indonesia Presiden RI Joko Widodo “saya yakin bapak Presiden Indonesia membangun bendungan ini untuk kepentingan masyarakatnya” dari semua lini untuk mempermudah semua aspek kepentingan masyarakatnya, baik itu aspek ekonomi dan lain lain” tapi kalau ditutup seperti ini, kita masyarakat merasa sangat di sulitkan” mudah mudahan bapak Presiden mendengarkan suara rakyatnya” tuturnya

“sebelum bendungan ini dibangun, kami masyarakat sangat mudah melintas menuju seberang dengan memakai jalur penyebrangan jembatan ayun menuju pekon Bumi Ratu”tapi saat ini jembatan ayun sudah tenggelam didasar bendungan” kami pikir bendungan ini lah sebagai pengganti akses kami menuju seberang”tapi kalau ditutup seperti ini, kami tidak tahu apa tujuan bendungan ini dibuat” padahal sudah lama.

NARASUMBER PEWARTA : SYAHRULLAH MAUNG ANDALAS. EDITOR RED : LIESNA EGA .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan