POLEMIK Berkepanjangan REVITALISASI Pasar Beringin, Kota Singkawang Makin Meruncing!

  • Whatsapp

INFOINDONESIANEWS.PRESS | JUM’AT, 30 SEPTEMBER 2022.

KOTA SINGKAWANG, KALBAR | Polemik berkepanjangan perihal Revitalisasi Pasar Beringin semakin meruncing, sudah barang tentu hal ini harus disikapi secara serius oleh Wali Kota Singkawang yang tinggal menghitung hari selesai masa jabatannya, agar rencana Revitalisasi tidak menjadi Konflik Horizontal.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya pada hari Rabu, 28 September 2022 sekitar 500 an para pedagang pasar beringin melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Kota Singkawang,bahwa”dalam orasinya NASIKHI (Ketua IPSPBS) sebagai KORLAP aksi tersebut menyampaikan bahwa KAMI MENOLAK REVITALISASI OLEH PIHAK KE-3.

Setelah melakukan orasi, beberapa saat Kemudian sekitar 50 perwakilan para pedagang dipersilahkan masuk untuk melakukan dialog dengan beberapa anggota dewan kota singkawang diantaranya Wakil Ketua I Sumberanto Tjitra, Wakil Ketua II Herry Kin, Ketua Komisi III Tasman, ketua Fraksi PDIP Su Mian, Dewi Sartika dari Fraksi PKB dan Siti Syamsiah Hutapea dari fraksi Golkar.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Dandim 1202 singkawang dan Kapolres Singkawang. Adapun hasil dari Audiensi tersebut dan merupakan kesepakatan bersama yang akan disampaikan kepada Wali Kota singkawang adalah MENOLAK REVITALISASI PASAR BERINGIN OLEH PIHAK KE-3 (INVESTOR).

Dilain pihak, Dedy Mulyadi seorang tokoh pemuda Singkawang seperti dikutip dari beberapa kolom komentar di Fb mengatakan “Siapapun pihak-pihak yang ingin menghalangi, menggagalkan Revitalisasi Pasar Beringin, maka akan berhadapan dengan Kami masyarakat. Masyarakat menginginkan modernisasi pasar yang tertata rapi, bersih, terawat dan tidak semrawut,”ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Nasikhi Ketua FORUM KOMUNIKASI PEDAGANG PASAR BERINGIN SINGKAWANG ( FOKPABES ) juga Ketua IKATAN PEDAGANG SAYUR PASAR BERINGIN SINGKAWANG ( IPSPBS ) saat ditemui di kantornya,Kamis 29 September 2022 hanya tersenyum santai.

Silahkan semua pihak bebas mengeluarkan pendapat perihal rencana revitalisasi ini, hanya dirinya ingin menyampaikan beberapa pernyataan atau bisa saja ini bentuk pertanyaan kepada saudara Dedy Mulyadi.

Masyarakat mana yang dibilang Dedy Mulyadi?. Apakah saudara Dedy pernah turun langsung ke pasar untuk melakukan interaksi dengan para pedagang dan mengkorfirmasi?. Atas dasar apa 90% para pedagang menolak refitalisasi pasar beringin di bangun oleh investor dengan masing-masing pedagang membuat surat pernyataan dengan bertandatangan di atas materai 10.000?. Dedy menyebutkan masih banyak masyarakat yang mengantri ingin memiliki kios, masyarakat mana lagi?.Pedagang besar mana yang memonopoli pasar yang dimaksud Sdr Dedy Mulyadi?.

Kami pelaku Pasar Beringin punya data base, mayoritas pedagang menolak revitalisasi dengan investor dan Saya tegaskan mewakili suara para pedagang, Kami tidak menolak revitalisasi Pasar Beringin asal dilakukan oleh Pemkot dengan pendanaan sharing APBD dan APBN.

Jangan Khianati Perjuangan Kami (PEDAGANG) untuk kepentingan pribadi di 2024. Sudahlah jangan mengatasnamakan masyarakat, Kami heran seminggu lalu sdr Dedy menggebu-gebu mau demo dengan 1000 massa mendukung perjuangan kami, sekarang menolak seraya menebar ancaman ,Ada Apa ini….?,” ujar Nasikhi.

Disaat dan tempat yang sama, Kang Hana seorang Pegiat Lingkungan dan Sosial ketika diminta tanggapannya perihal pernyataan Dedy Mulyadi menjawab dengan Lugas dan Tegas,bahwa ” Saya juga heran dengan sikap Kawan Saya yang berbalik 360⁰ itu. Di awal Bung Dedy dengan semangat 45 berapi – api meminta Saya untuk hadir di rencana aksi damai, dan secara pribadi saya sudah punya konsep jika pada waktunya diminta untuk ORASI. Tapi ya sudahlah, Negara Kita adalah Negara Demokrasi dimana semua punya hak untuk mengeluarkan pendapat baik lisan ,maupun tulisan dan itu dilindungi Undang-undang. yang membuat Saya heran, kenapa Bung Dedy bisa berubah haluan….? awalnya pro pedagang yang notabene dirugikan kaum Investor (Pemodal) dalam rencana revitalisasi ini sekarang berada dibarisan mereka (kaum pemodal).

Jika analisa Bung Dedy selama ini ada Monopoli pedagang Besar, ada Politiik Kepentingan dibalik Penolakan Revitalisasi..semua saya mengerti, bahkan praktek monopoli bisa lebih besar ketika revitalisasi ini terjadi. Bayangkan saja harga sewa selangit, 1 sampai 2 tahun mungkin para pedagang masih bisa cicil angsuran..ketika tahun ke 3 perlahan tapi pasti para pedagang akan mulai bermasalah dengan angsuran dan lama kelamaan tidak bisa nyicil angsuran..nah pada kondisi seperti itu lah tidak menutup kemungkinan pihak pengelola akan mengusir pedagang.. harusnya bung Dedy bisa melihat dan berpikir kedepan. Jika berbicara KEPENTINGAN, semua mempunyai kepentingan dalam hal itu tidak terkecuali Bung Dedy sendiri… ujar Kang Hana.

Senada dengan Ketua FOKPABES & IPSPBS, Kang Hana sangat menyesalkan adanya upaya upaya Pengkhianatan Perjuangan para pedagang.

Saya juga sangat menyesalkan adanya upaya pengkhianatan perjuangan para pedagang oleh anggota Dewan, saya tidak akan menyebut nama tapi silahkan cari informasi. Ada indikasi Anggota Dewan bermuka dua, dihadapan pedagang ngomong A, di lain tempat kenapa ngomong B.Dewan macam apa seperti itu…ko Lupa yang milih kalian.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, Sudomo Ketua KAMIJO ( Kader Militan Jokowi ),Kota Singkawang mengatakan”sekarang sudah jelas dengan adanya aksi kemaren oleh para pedagang artinya Mereka telah bulat sepakat Menolak Revitalisasi Pasar Beringin oleh Investor, ini harus disikapi bijak oleh Wali Kota dan jajarannya, agar tidak terjadi konflik horizontal kedepannya karena tanda tanda konflik itu sudah ada. Sudomo juga berpesan untuk 30 anggota Dewan Kota Singkawang, agar Mereka bekerja mengedepankan kepentingan Rakyat karena mereka itu dipilih rakyat secara otomatis harus melayani Rakyat bukan Penguasa dan Pengusaha.

SUMBER:
FORUM KOMUNIKASI PEDAGANG PASAR BERINGIN SINGKAWANG ( FOKPABES ) DAN KETUA IKATAN PEDAGANG SAYUR PASAR BERINGIN SINGKAWANG (IPSPBS ).

PENULIS : MEDIA CENTER LSM KOMPAS,KANG HANA AKTIVIS LINGKUNGAN KOTA SINGKAWANG.

PEWARTA : JONO DARSONO. EDITOR RED IINEWS : EGA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan