Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi DAS Tahun 2022

  • Whatsapp

Infoindonesianews.press | Sabtu, 26 Maret 2022.

KENDAL | Sosialisasi peningkatan partisipasi masyarakat dalam korservasi Sumber Daya Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Blukar dalam rangka mengoptimalkan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana konservasi tahun 2022 bertempat di Kantor Balai Pertemuan Kecamatan Patean, Sabtu (26/3/2022)

Bacaan Lainnya

Hadir pada kegiatan tersebut Anggota Komisi D DPRD Prov Jateng H. Benny Karnadi, S.Ag., Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov Jateng, Forcompimcam Patean, Camat Patean Adi Muktianto, S.H., Kapolsek Patean AKP Budijanton, S.H., Danramil Patean Kapten Inf. Moh Sarjono, Sekcam Patean, CDK IV Perhutani KPH Kabupaten Kendal, DLH Kabupaten Kendal, UPTD IV wilayah Limpung, Pokla SDA wilayah Bodri, Perkebunan Nusantara IX Kabupaten Kendal, Kasi Trantip Kecamatan Patean, Kepala Desa Kalilumpang, Sidokumpul, Kalibareng, Kalices, Cuugsewu, Bringinsari.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng H. Benny Karnadi, S.Ag dalam sambutanya menyampaikan, maslah sungai sering terjadi pada musim penghujan daerah di wilayah atas sering terjadi erosi dan yang daerah bawah banjir. Sungai sendiri merupakan sumber daya air yang banyak manfaatnya salah satunya irigasi petanian.

“Saya harap para Kades untuk menyampaikan kepada masyarakatnya untuk saling menjaga sungai agar tidak terjadi erosi dan banjir. Untuk itu desa mana yang sering banjir dapat di sampaikan agar nanti saya usulkan untuk dapat membuat Cek Dam atau membuat bronjong di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan erosi,” jelas Benny Karnadi.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov Jateng menyampaikan bahwa, sungai di Kabupaten Kendal kurang lebih ada 12 sungai yang mengalir di Kabupaten Kendal. Untuk kali ini kita membahas DAS Blukar kalau musim hujan sering banjir dan musim kemarau airnya surut.

“Untuk itu kita harus memberitahukan kepada masyarakat untuk tidak menebang pohon di pinggir sungai karena dapat menyebabkan erosi dan menyebabkan diameter sungai tersebut meluas. Sungai akan erosi apabila ada penambangan di bawahnya maka batu dan pasir yang dari atas itu akan ketarik kebawah dan dapat terjadi erosi sungai di atas,” katanya.

Kapolsek Patean AKP Budijanton S.H, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peran serta masyarakat dalam pengelolaan konservasi DAS Blukar, agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam melestarikan fungsi dan manfat sungai.

“Untuk menjaga kelestarian manfaat dan fungsi sempadan sungai, perlu adanya sosialisasi yang ditindak lanjuti dengan upaya penertiban bangunan tanaman keras di dalam ruang sempadan sungai yang mlibatkan Pemkab, TNI, Polri, Pemdes dan masyarakat setempat,” ujar Kapolsek Patean.

“Perlu adanya upya penanaman kembali lahan koservasi melalui kegiatan reboisasi yang melbatkan instansi Pemerintah,TNI/Polri, Pemdes, LSM dan masyarakat. Perlu diusulkan alokasi anggaran pembuatan bangunan konservasi sungai berupa tebing dari bronjong di Dusun Cipluk Desa Sidokumpul, Cek Dam di Desa Kalibareng dan penahan tebing Sungai Sepreh di Desa Kalilumpang,” pungkasnya. (*)

Narasumber Pewarta : HS. Editor Red Liesna Ega.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan